Dua puluh tiga.
Beberapa orang, bersatu dengan cintanya.
Beberapa lainnya, meninggalkan meski dengan beribu rasa sakit.
Dan sisanya, hanya menunggu.
Menunggu sesuatu yang diimpikan bisa menjadi nyata.
Menunggu orang yang dicintai bisa mencintainya juga.
Menunggu agar harapan tak hanya berakhir menjadi sebuah harapan.
Ada yang berusaha setengah mati untuk mewujudkannya, dan ada yang hanya diam karena tak tahu harus berusaha seperti apalagi.
Hanya berharap sebuah keajaiban menghampiri hubungannya, atau minimal menghampiri orang yang dicintainya agar orang tersebut tersadar bahwa ada orang yang mencintai sampai sebegitunya.
Banyak waktu yang terbuang hanya untuk sebuah penantian.
Tapi orang yang sudah terbiasa menanti, takkan merasa kerepotan jika orang yang dicintainya menyuruh untuk menanti.
Mereka hanya akan tersenyum sambil menanti.
Tapi hati mereka berteriak, "Sampai kapan aku akan menunggu?"
Beberapa lainnya, meninggalkan meski dengan beribu rasa sakit.
Dan sisanya, hanya menunggu.
Menunggu sesuatu yang diimpikan bisa menjadi nyata.
Menunggu orang yang dicintai bisa mencintainya juga.
Menunggu agar harapan tak hanya berakhir menjadi sebuah harapan.
Ada yang berusaha setengah mati untuk mewujudkannya, dan ada yang hanya diam karena tak tahu harus berusaha seperti apalagi.
Hanya berharap sebuah keajaiban menghampiri hubungannya, atau minimal menghampiri orang yang dicintainya agar orang tersebut tersadar bahwa ada orang yang mencintai sampai sebegitunya.
Banyak waktu yang terbuang hanya untuk sebuah penantian.
Tapi orang yang sudah terbiasa menanti, takkan merasa kerepotan jika orang yang dicintainya menyuruh untuk menanti.
Mereka hanya akan tersenyum sambil menanti.
Tapi hati mereka berteriak, "Sampai kapan aku akan menunggu?"
Comments
Post a Comment